Selasa, 03 Februari 2009

Solidarity Forever




When the Union's inspiration through the workers' blood shall run,
There can be no power greater anywhere beneath the sun.
Yet what force on earth is weaker than the feeble strength of one?
But the Union makes us strong.

Solidarity forever!
Solidarity forever!
Solidarity forever!
For the Union makes us strong.


Is there aught we hold in common with the greedy parasite
Who would lash us into serfdom and would crush us with his might?
Is there anything left to us but to organize and fight?
For the Union makes us strong.

[chorus]

It is we who plowed the prairies; built the cities where they trade;
Dug the mines and built the workshops; endless miles of railroad laid.
Now we stand outcast and starving, 'midst the wonders we have made;
But the Union makes us strong.

[chorus]

All the world that's owned by idle drones is ours and ours alone.
We have laid the wide foundations; built it skyward stone by stone.
It is ours, not to slave in, but to master and to own,
While the Union makes us strong.

[chorus]

They have taken untold millions that they never toiled to earn,
But without our brain and muscle not a single wheel can turn.
We can break their haughty power; gain our freedom when we learn
That the Union makes us strong.

[chorus]

In our hands is placed a power greater than their hoarded gold;
Greater than the might of armies, magnified a thousand-fold.
We can bring to birth a new world from the ashes of the old.
For the Union makes us strong.

Minggu, 01 Februari 2009

Mahasiswanya sudah aktif

Tak terbantahkan lagi jika pada paruh kedua dekade 2000-an ini, dunia pendidikan Indonesia kedatangan tamu penting. Tamu yang membawa kabar perubahan. Dunia pendidikan kita dituntut untuk mengubah paradigma pengajarannya. Dari pengajaran yg berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi berpusat pada siswa (student centered learning). Pada tataran yang lebih tinggi gaya pengajaran baru tersebut dibungkus dengan nama yang cukup mentereng yakni KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang kemudian berkembang menjadi KTSP (Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan). Nama yang terakhir diterapkan pada dunia sekolah menengah.
Pengajaran gaya baru tersebut menitikberatkan pada keaktifan siswa dan atau mahasiswa. Peserta didik dituntun dan dituntut untuk mengalami sendiri atau menemukan sendiri kebenaran ilmu pengetahuan yang sedang mereka pelajari. Guru dan dosen berubah peran dari sosok yang sok-tahu dan sok benar menjadi sosok motivator dan fasilitator. Guna menyukseskan program ini, telah banyak pelatihan dan seminar yang diadakan. Respon dari pelaku pengajaran (guru dan dosen) terhitung sangat besar, setidaknya di seputaran Jawa Tengah. Guru dan dosen dituntut untuk segera menguasai cara pengajaran KBK-isme tersebut. Sekarang masalahnya, bagaimana dengan peserta didiknya? Sudahkah mereka siap dengan perubahan ini? Sudahkah mereka disiapkan dengan perubahan ini?
Pengalaman saya menunjukkan bahwa pada saat proses belajar mengajar berlangsung, masih minim keterlibatan mahasiswa di kelas. Seolah-olah saya tidak sedang menerapkan program KBK. Saya sempat tertegun dan nyaris putus asa dengan keadaan ini. Namun saat proses pengajaran berakhir yang ditandai dengan ujian akhir semester serta yudisium, saya dengan segera mengubah pendapat saya. Ternyata saya berhasil...BERHASIL ! Betapa tidak, saya bahagia mendapati mahasiswa/i saya begitu aktif......begitu semangat........begitu antusias...........
Ya mereka antusias untuk menelpon saya, mengirim sms kepada saya dan mencari-cari saya demi untuk menanyakan mengapa nilai mereka C, CD, D bahkan E.
Tak habis pikir, mengapa baru sekarang mereka meluap-luap? bukankah sudah terlambat? Mengapa tidak mereka tunjukkan kemampuan mereka itu saat di kelas?
Mahasiswa, sudahkah mereka dipersiapkan untuk siap mengahadapi kelas KBK?
Pertanyaan ini saya tujukan kepada Dekan fakultas saya.
Silakan dijawab....eh semoga dekanat fakultas saya yang konon sangat peduli dengan pendidikan itu...suka iseng main internet sehingga bisa nemu blog saya ini dan membacanya dan kemudian menjawabnya .....dengan program kerja. Saya tunggu. Salam.

Sabtu, 20 Desember 2008

CCU; The Final Exam

 

You are to make a group which consists of five to seven students. You want to have a good English Course of your own. Now, decide what to do first to the last. You can begin from thinking about the name (of the course), vision, location, the staff and tutor, curriculum, to the persons who own the course.

You are to explain (before the class) those steps and the idea of having such a course to me. You need to have a good team management so that in presenting your plan, I will be able to see the role of each person in your team.

You should present it in English as well as the question & answer section. Each team will present its plan no more than 10 minutes.  

Minggu, 07 Desember 2008

LCD Hilang

Hari itu, Sabtu, 6 Desember 2008, tersiar kabar di kampus. "Ada LCD hilang!", demikian ratapan para pegawai. Ya, sebuah LCD seharga 6-8 jutaan rupiah amblas diembat maling.

nec LCD yang hilang itu adalah perlengkapan standar pengajaran FKIP UMK yang telah dipasangkan di tiap kelas. Dengan bantuan alat tersebut diharapkan para staf pengajar akan menyajikan pola pengajaran yang menarik dan interaktif sehingga tujuan pengajaran berbasis siswa akan tercapai. Pada beberapa waktu sebelumnya, penggunaan alat tersebut masih merepotkan para staf pengajar yang akan memakainya. Mereka, staf pengajar, akan menentengnya dari kantor hingga ke kelas dan sekembalinya. LCD di pundak kiri, laptop ditenteng di pundak kanan, kabel extension di tangan kiri sedangkan mikrophone digenggam di tangan kanan bersamaan dengan buku dan atau lembaran absen mahasiswa. Sungguh sebuah pertunjukan yang mengasyikkan bagi mahasiswa. Bagi staf pengajar yang cerdas bin tega, mereka cenderung akan menyuruh mahasiswa untuk menenteng semuanya itu. Tapi sebenarnya ini bukanlah persoalan tega atau tidak. Ini persoalan sistem. Sistem yang dibangun mestinya mampu mempermudah segalanya.

Media pengajaran yang berkembang seiring perkembangan teknologi mestinya menggairahkan semangat belajar mengajar. Tapi alih-alih menciptakan nuansa canggih sekaligus memperkenalkan kepada mahasiswa media pengajaran terkini, penggunaan LCD justru menyita waktu kelas karena setiap staf pengajar memerlukan waktu sekitar 10-15 menit untuk menyetelnya di kelas. Itupun kalau lancar, seandainya ada masalah dengan alat tersebut maka akan berujung pada dua hal; 1. perlu bantuan staf admin untuk membantu, yang itu berarti memerlukan waktu sekitar 25-35 menit dan 2. penggunaan LCD dibatalkan dan kuliah berlangsung konservatif alias one way communication. 

Setelah fakultas pindah ke gedung baru, muncullah harapan yang baru. Ya, terhitung semenjak menetap di gedung baru, kelas-kelas di fakultas ini telah dilengkapi dengan LCD  dan sound system. Walau tidak semua namun jelaslah kemajuan telah tercipta.

Kini, satu LCD telah hilang. LCD yang di-set di dalam kelas itu diketahui telah raib tak berbekas. Semoga, fakultas / program studi tidak membuat langkah mundur dengan melepas semua LCD  dari tiap kelas demi alasan keamanan. Semoga para staf pengajar tidak perlu lagi memanggul semua alat-alat tersebut. Semoga mahasiswa tidak perlu lagi menonton pertunjukkan menakjubkan tentang staf pengajar yang perkasa. Semoga. Mari kita dukung usaha fakultas untuk menciptakan keamanan di lembaga kita tercinta ini.

Sabtu, 06 Desember 2008

Minggu, 16 November 2008

I Challenge You.......

I’ll give you “A” and you don’t have to join my class as long as you can do one of these two challenges.

1. Write an article and post it to Bung Hatta University website. If they accept and upload yours on their web, then, what you have to do next is print the article. Show the print version of your article to the Dean of Teacher Training and Education Faculty (FKIP) and Head of English Department of FKIP Muria Kudus University. But don’t forget to ask their signatures. Finally, submit it to me, and you’ll get A and you do not have to attend any of my CCU classes.

Bung Hatta University web: http://www.bung-hatta.ac.id/

Then click “artikel”, after that click “tulisan/artikel

ilmiah”, and choose “Kirim artikel/ tulisan.

Themes for CCU A (choose one of the two)

o a. Pragmatisme mahasiswa; haruskah kita lawan?

o b. Les Tambahan; Demi Anak atau Gengsi Orang Tua?

  • Themes for CCU B (choose one of the two)
    • a. Apa pentingnya menjadi seorang yang terdidik?
    • b. IPK tinggi dan organisasi mahasiswa; mana lebih berguna?

  • Themes for CCU C (choose one of the two)
    • a. Aktivis mahasiswa di era KBK.
    • b. Bimbel; bisnis besar dari dunia pendidikan Indonesia.

Minimum : 2 pages.

Maximum: 3 pages.

2. Get (a) native(s) and present him/her/them here in FKIP-PBI for only one meeting. It is free for you to get any native, you can get Asian, European, Australian or even American. And you don’t have to present him/her here in CCU class (but of course you may). It is free but it should be at PBI classes.





- This Challenge begins on Tuesday November 18, 2008

and ends on Thusrday December 25, 2008.

- Challenge no.1 is an individual task. But challenge no.2 is a group task.

Each group consists of two persons maximum. You are free to decide your mate.

- You can copy the "Lembar Laporan Penulisan Artikel" or "Lembar Laporan Kegiatan Native"

at EKAYANA copy centre.





Just see me if you need further info